Home BERITA SUMSEL Upacara HARBAK PU Kenang Pertempuran Gedung Sate Bandung Tak Dihadiri Enos dan...

Upacara HARBAK PU Kenang Pertempuran Gedung Sate Bandung Tak Dihadiri Enos dan Pejabat Pemkab OKU Timur, Ada Apa ?

83
0
SHARE

OKU Timur, SOR – Hari Bakti PU yang diperingati setiap tanggal 3 Desember bertujuan untuk mengenang pertempuran yang terjadi pada tanggal 3 Desember 1945 di Gedung Departement Van Verkeer En Waterstaat yang sekarang dikenal sebagai Gedung Sate Bandung.

Tahun ini, 77 tahun sejak peristiwa tersebut, Dinas PUTR OKU Timur, Sumatera Selatan pun tak ketinggalan dalam memperingati Hari Bakti PU dengan rangkaian kegiatan, seperti upacara, anjangsana dan kegiatan sosial lainnya.

Peringatan Hari Bakti PU di Dinas PUTR OKU Timur

Rangkaian Peringatan Hari Bakti PU atau disingkat HARBAK di Dinas PUTR OKU Timur diawali dengan menggelar upacara yang dihadiri oleh ratusan pagawai PUTR diseluruh tingakatan. Namun sangat disayangkan, kegiatan upacara untuk mengenang peristiwa pertempuran di Gedung Departement Van Verkeer En Waterstaat atau Gedung Sate Bandung tidak dihadiri oleh Bupati OKU Timur, Lanosin atau yang akrab disapa Enos maupun pejabat teras Pemkab OKU Timur.

Kepala Dinas PUTR OKU Timur Aldi Gurlanda bertindak sebagai Inspektur Upacara ikut menyertakan sambutan Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia kepada seluruh peserta upacara.

Dalam sambutan Menteri Pekerjaan Umum tersebut, menyebutkan tahun 2023 akan ditandai dengan Tahun Politik dengan eskalasi yang semakin tinggi. “Saya minta kita semua untuk menjaga jarak bahkan tidak terlibat dalam politik praktis dan sangat berhati-hati dalam membelanjakan uang negara. Tugas kita sangat jelas, memastikan agar semua tugas pembangunan infrastruktur dilaksanakan dan memberikan layanan publik yang semakin baik dan berkualitas”.

Sejarah Hari Bakti PU (HARBAK)

Dila sir dari situs Kementerian PUPR, setiap tanggal 3 Desember dijadikan sebagai Hari Bakti PU untuk mengenang pertempuran yang terjadi pada tanggal 3 Desember 1945 di Gedung Departement Van Verkeer En Waterstaat yang sekarang dikenal sebagai Gedung Sate Bandung.

Hari itu sekitar pukul 11.00 WIB, pasukan tentara sekutu (NICA) dengan persenjataan lengkap dan modern mengepung Gedung Sate yang saat itu dijaga dan dipertahankan oleh 21 orang petugas dari Gerakan Pemuda Pekerjaan Umum.

Walaupun demikian, petugas yang mempertahankan Gedung Sate tersebut tak mau menyerah begitu saja. Mereka melakukan perlawanan mati-matian dengan segala kekuatan yang dimiliki untuk mempertahankan kantor itu.

Pertempuran di Gedung Sate yang dahsyat dan tidak seimbang tersebut berakhir pada pukul 14.00 WIB. Dalam pertempuran itu, 7 orang pegawai PU gugur dan jenazah mereka tidak ditemukan sampai sekarang.

Tujuh pegawai PU yang gugur dalam peristiwa itu adalah Didi Hardianto Kamarga, Muchtaruddin, Soehodo, Rio Soesilo, Soebengat, Ranu, dan Soerjono. Nama mereka kemudian dikenang sebagai Pahlawan Sapta Taruna.

Peristiwa 3 Desember 1945 itu telah tercatat dalam sejarah perjuangan bangsa, dan sejarah perkembangan Pekerjaan Umum pada khususnya. Hingga kini, peristiwa tersebut terus dikenang dan diperingati sebagai Hari Kebaktian Pekerjaan Umum setiap 3 Desember. (IKM)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here