Home OKU RAYA Petani OKU Timur Sampaikan Keluhan ke Anggota DPRD Sumsel Azmi Sofix soal...

Petani OKU Timur Sampaikan Keluhan ke Anggota DPRD Sumsel Azmi Sofix soal Kelangkaan Pupuk

1203
0
SHARE
Foto : Anngota DORad Sumsel Fraksi Partai Demokrat, Azmi Sofix. *Suaraokuraya/

OKU Timur, SOR – Petani di delapan kecamatan, Kabupaten OKU Timur , yakni Kecamatan Belitang Belitang, Belitang III, Belitang 2, Semendawai Suku 3, Belitang Mulya, Buay Madang Timur, Madang Suku II dan Belitang Jaya, mengeluhkan sulitnya mendapat pupuk bersubsidi pada musi tanam. Bahkan kelangkaan pupuk ini sudah berlangsung beberapa tahun ke belakang.

Hal itu disampaikan masyarakat di delapan kecamatan kepada Anggota DPRD Propinsi Sumsel Azmi Shofix, S.IP dari Fraksi Demokrat, beberapa waktu lalu.

“Kami kesulitan pupuk, padahal saat ini sudah memasuki musim tanam, kalau pupuk sulit kami takut tanaman padi kami tidak tumbuh dengan baik,” kata ketua kelompok tani Desa Pengadonan Kecamatan Buay Madang Timur, Sarkun, Jum’at.

Menanggapi hal itu, Anggota DPRD Sumsel Dapil IV Kabupaten OKU Timur dengan raihan suara tertinggi Azmi Shofix, S.IP berjanji akan mendorong pihak-pihak terkait untuk melakukan sinergi menyelesaikan permasalahan kelangkaan pupuk pada setiap musim tanam.

“Kita ketahui bersama bahwa keluhan masyarakat terkait kelangkaan pupuk pada saat musim tanam ini sudah berlangsung beberapa tahun kebelakang, mungkin tidak hanya di OKU Timur tetapi juga di Kabupaten lain yang juga merupakan lumbung pangan, saya pikir sudah waktunya ada sinergi dan komunikasi yang baik antara stakeholder terkait yaitu antara Poktan/Gapoktan, Dinas Pertanian, & PT. Pupuk Indonesia melalui anak usahanya yaitu PT. Pusri atau PT. Petrokimia Gresik agar permasalahan kelangkaan pupuk ini dapat dicarikan solusinya”, kata Azmi.

Menurutnya, komunikasi dan sinergi antara stakeholder ini terkait dengan pengisian RDKK yaitu Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok. RDKK harus sesuai potensi perencanaan tanam di setiap desa dan kecamatan, sehingga nantinya diharapkan ada ketepatan alokasi pupuk yang dibutuhkan.

“Pupuk subsidi yang dialokasikan harus tepat jumlah yang dibutuhkan dan tepat waktu saat musim tanam tiba, jangan sampai pada saat musim tanam petani malah kesusahan mendapatkan pupuk, yang pada akhirnya akan mempengaruhi kualitas dari tanaman padi itu sendiri, kasihan para petani kalau hasil panen nya nanti tidak maksimal,” ujarnya.

Tahun 2020 dilakukan koreksi terhadap alokasi pupuk bersubsidi menjadi 7,9 juta ton, dan sesuai Permentan 01/2020 sebanyak 10% dialokasikan sebagai cadangan pupuk, sehingga total yang akan didistribusikan sebanyak 7,1 juta ton.

Tahun 2020 dilakukan koreksi terhadap alokasi pupuk bersubsidi menjadi 7,9 juta ton, dan sesuai Permentan 01/2020 sebanyak 10% dialokasikan sebagai cadangan pupuk, sehingga total yang akan didistribusikan sebanyak 7,1 juta ton.

Selain itu, tahun 2020 tidak lagi diberikan pupuk subsidi bagi pembudidaya ikan, yang pada tahun sebelumnya selalu mendapatkan pupuk subsidi. Kini pemerintah fokus memberikan pupuk subsidi hanya bagi petani yang melakukan usaha tani bidang pertanian.

“Distribusi pupuk bersubsidi harus kita awasi bersama. Saya juga berharap distribusi Kartu Tani tahun 2021 dapat dimaksimalkan di Kabupaten OKU Timur kita ini, agar petani-petani bisa merasakan,” imbuhnya.

“manfaat subsidi tersebut harus tepat sasaran, bisa melakukan penebusan dan pembelian pupuk bersubsidi untuk lahan pertanian mereka. Yang jelas kita harus bersama para petani, pejuang ketahanan dan kedaulatan pangan di negara kita,” lebih lanjut. (Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here