Home OKU RAYA Minimnya Peran Pemkab OKU Timur Diperlintasan Kereta Api Tanpa Palang Pintu

Minimnya Peran Pemkab OKU Timur Diperlintasan Kereta Api Tanpa Palang Pintu

530
0
SHARE

OKU Timur, SOR – Peran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kabupaten OKU Timur dalam mengurangi kecelakaan diperlintasan kereta api tanpa palangĀ  pintu masih minim, sehingga menyebabkan kecelakaan.

Upaya persuasif dari pemangku kebijakan di Kabupaten OKU Timur, langkah edukasi terhadap pengguna jalan juga sangat minim. Padahal cukup banyak pengguna jalan cenderung abai akan keselamatannya saat melintas diberbagai titik perlintasan kereta api dengan atau tanpa palang pintu.

Rentang tahun 2020-2021, kecelakaan di pelintasan kereta api tanpa palang pintu di Kabupaten OKU Timur beberapa kali terjadi, yang mengakibatkan korban nyawa. Pada awal tahun 2020, dua pengendara sepeda motor Sunarti (23) dan ayahnya, warga Provinsi Lampung tewas tertabrak Kereta api. Saat itu, anak dan ayah itu melintas di perlintasan Jalan Lintas Sumatera Desa Sungai Tuha, Kabupaten OKU Timur.

Pada tahun 2021, kecelakaan diperlintasan kereta api tanpa palang beberapa kali terjadi. Seperti pada 22 Agustus lalu, sebuah mobil Innova keseret kereta api sejauh 200 meter, persisnya di Desa Kotabaru, Kecamatan Martapura, kabupaten OKU Timur. Meskipun tidak menelan korban nyawa, akibat inseden tersebut mobil mengalami kerusakan berat.

Terbaru, beberapa waktu lalu Kecelakaan kembali terjadi di rel jalur perlintasan kereta api tanpa palang di Tebat Sari-Jatirahayu, Kecamatan Martapura, Kabupaten OKU Timur, ya mengakibatkan salah satu korban patah kaki. Insiden kecelakaan ini langsung direspon cepat Pemkab OKU Timur.

Bupati OKU Timur Lanosin diwakili Kepala Dinas PUTR Aldi Gurlanda, Kadishub OKU Timur Safindar, Camat Martapura Harlius, Perwakilan Sat Pol PP meninjau langsung lokasi terjadinya kecelakaan.

“Saya mewakili pemerintah daerah dan bapak Bupati, dari hasil kesepakatan bersama dalam rapat tadi, untuk jalan menuju tebat sari ini akan kita pindahkan. Sementara untuk jalur perlintasan ke Tebat Sari dari Jatirahayu Timur akan kita tutup untuk kendaraan roda empat,” kata Kadis PUTR OKU Timur Aldi Gurlanda, Senin (27/9/2021).

“Untuk jalur perlintasan di Cidawang dan Kotabaru, nantinya akan di jaga langsung oleh anggoat dari Sat Pol PP dari kabupaten sebanyak dua orang dan dari Dinas Peehubungan sebanyak dua orang di masing-masing tempat perlintasan,” lanjutnya.

Sementara, Rozi (46) salah satu warga Martapura mengatakan, seharusnya Pemkab OKU Timur membuat palang pintu di perlintasan kereta yang tidak berpalang. Jika hanya dijaga saja, tidak akan bisa menjamin tidak terjadinya kecelakaan.

“Seperti di Kotabaru, dulu dijaga oleh Pol PP tapi sekarang yang menjaganya warga sekitar sana, dan tidak 24 jam dijaga sehingga masih sering terjadi kecelakaan. Jangan awal saja dijaga, nantinya seperti di rel perlintasan kereta api di Kotabaru. Lebih baik buat palang pintu saja,” katanya.

Ia berharap, Pemkab OKU Timur harus membuat solusi terbaik, sehingga tidak lagi terjadi kecelakaan di perlintasan kereta api tanpa palang pintu, seperti membangun jalan alternatif yang tidak melintasi rel kereta api.

“Jika Pemkab OKU Timur bisa mengupayakan membangun jalan flyover atau underpass. Pintu pelintasan yang ada di lokasi kejadian ditutup saja,” ujarnya.

Berdasarkan UU Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian, perlintasan dibawah 2 meter harus ditutup. Sedangkan untuk perlintasan liar lebih dari 2 meter, stakeholder terkait harus saling berkordinasi sebagai upaya untuk mewujudkan keselamatan dan kenyamanan pengguna jalan. (Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here