Home OKU RAYA Warga Sukadamai Keluhkan Biaya Cetak Sawah Baru Capai Rp 40 Juta Per...

Warga Sukadamai Keluhkan Biaya Cetak Sawah Baru Capai Rp 40 Juta Per Hektar

434
0
SHARE
Foto : Anggota DPRD OKU Timur Rudi Hartono bersama sejumlah warga saat meninjau lahan cetak sawah baru di Desa Sukadamai, Madang Suku III. *Suaraokuraya/

OKU Timur, SOR – Sejumlah warga desa Sukadamai, Kecamatan Madang Suku III, OKU Timur mengeluhkan program swadaya cetak sawah baru. Pasalnya, biaya operasional cetak sawah baru yang dibebankan ke warga mencapai Rp 40 juta per hektar.

Tingginya biaya cetak sawah itu, sudah disampaikan warga ke kepala desa setempat dan pihak pengelola. Namun dalam beberapa kali pertemuan, belum disepakati titik temu terkait permasalahan tersebut.

Merasa tidak kunjung ada titik temu terkait tingginya biaya cetak sawah baru, sejumlah warga melaporkan keluhan mereka kepada Anggota DPRD OKU Timur Fraksi Nasdem, Rudi Hartono.

Ketua Gapoktan Desa Sukadamai , Priyanto mengatakan, warga meminta agar cetak sawah di Desa Sukadamai untuk dihentikan sementara hingga adanya kesepakatan antara masyarakat dan pihak pengelola. Masyarakat juga meminta kepada anggota Komisi III DPRD OKU Timur Rudi Hartono untuk menindak lanjuti permasalahan yang dihadapi masyarakat ke Bupati dan Ketua DPRD OKU Timur.

“Warga bukan tanpa alasan mengadukan permasalahan mereka kepada anggota Komisi III DPRD OKU Timur Rudi Hartono. Yang menjadi keluhan warga tingginya biaya operasional cetak sawah yang ada di desa mereka. Mengingat warga harus membayar sebesar Rp 40 juta per hektar. Biaya yang dibebankan kepada mereka terlalu mahal dan sangat membebani,” katanya, Selasa.

Menurutnya, warga telah berulang kali bertemu dengan kepala desa setempat dan pihak pengelola namun sampai hingga saat ini belum menemui titik temu. Maka dari itu, warga berinisiatif menyampaikan permasalahan biaya cetak sawah itu ke Anggota Komisi III DPRD OKU Timur.

“Wajar kita meminta bantuan penyelesaian kepada wakil kita di DPRD karena ini sangat membebani kita sebagai masyarakat. Kami berharap bisa dicarikan solusinya,” ujarnya.

Sementara Anggota Komisi III DPRD OKU Timur, Rudi Hartono mengatakan, permasalahan yang terjadi tentang biaya operasional dianggap masyarakat terlalu berat dan terlalu tinggi. Berdasarkan informasi warga, nominalnya persatu paket, setengah hektar itu Rp 20 juta sehingga jika satu hektar itu Rp 40 juta.

“Masyarakat merasa keberatan biaya operasional ini, tolong untuk pengelola harus dikaji ulang dan diambil kebijakan baru, supaya masyarakat bisa memiliki dan membayar apa yang menjadi keputusan pengelola tersebut,” katanya.

Lebih lanjut, pria yang akrab disapa Rudi ini akan akan berkoordinasi dengan Ketua DPRD dan bupati untuk menindaklanjuti hal ini, sehingga masalah yang terjadi di masyarakat Desa Sukadamai ini terealisasi dan cepat terselesaikan.

Dari 400 hektar lahan milik warga Desa Sukadamai, saat ini sudah ada 80 hektar yang sudah digarap oleh pengelola cetak sawah. Untuk itu warga berharap pihak pengelola dapat menghentikan operasional sampai mencapai kesepakatan.

“Warga yang datang kepada saya minta tolong, tidak ada maksud sedikitpun dari saya untuk menghalangi program ini, karena warga di Dapil saya yang minta tolong saya usahakan untuk menolong menyelesaikan masalah ini,” tegasnya. (Red)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here