Home OKU RAYA Tiga Kecamatan di OKU Timur Nihil Kasus Positif Covid-19

Tiga Kecamatan di OKU Timur Nihil Kasus Positif Covid-19

1533
0
SHARE
Foto : Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 OKU Timur Yakub. *Suaraokuraya/

OKU Timur, SOR – Tiga Kecamatan di Kabupaten OKU Timur yakni, Kecamatan Semendawai Suku III, Semendawai Timur dan Madang Suku III sama sekali belum terdapat kasus positif Covid-19.

Sementara 17 kecamatan lainnya di Kabupaten OKU Timur sudah dan ditemukan kasus terkonfirmasi positif Covid-19. Bahkan dalam beberapa bulan terakhir beberapa kecamatan mengalami lonjakan kasus terkonfirmasi positif yang cukup signifikan, seperti Kecamatan Martaoura, Belitang Madang Raya, Belitang dan Buay Madang Timur.

“Hingga hari ini dari 20 kecamatan, tiga kecamatan yang masih nihil kasus positif covid-19, Semendawai Suku III, Semendawai Timur dan Madang Suku III (Batumarta VIII). Data yang masuk hingga saat ini belum ada penambahan kasus terkonfirmasi positif covid-19,” ungkap Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 OKU Timur Yakub, Senin (5/1/2021).

Menurut Yakub, kondisi di tiga kecamatan itu harus tetap terjaga jangan sampai lengah sehingga sampai muncul kasus baru. Masyarakat dan stakeholder di wilayah kecamatan itu harus tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan .

“Gugus tugas sendiri sedang menerapkan langkah langkah untuk menekan penyebaran kasus baru. Pelacakan kasus terus dimaksimalkan, meningkatkan pengawasan bagi yang isolasi mandiri, serta menyiapkan pelaksanaan vaksinasi semaksimal mungkin,” ujarnya.

Berdasarkan data terakhir yang masuk di situs Diskominfo corona.okutimurkab.go.id total warga Kabupaten OKU Timur yang terkonfirmasi positif Covid-19 ada 257 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 174 orang dinyatakan sembuh dan 13 orang meninggal dunia, serta kasus suspek sebanyak 900 orang.

Kasus suspek, dimana sesorang yang memiliki salah satu kriteria Orang dengan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala memiliki riwayat perjalanan atau tinggal di negara/wilayah Indonesia yang melaporkan transmisi lokal.

Orang dengan salah satu gejala/tanda ISPA, dan pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala memiliki riwayat kontak dengan kasus konfirmasi/probable COVID-19. Orang dengan ISPA berat/pneumonia berat yang membutuhkan perawatan di rumah sakit dan tidak ada penyebab lain berdasarkan gambaran klinis yang meyakinkan. (IKM)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here