Home RAGAM Perahu Berusia Ratusan Tahun Ditemukan di Anak Sungai Komering

Perahu Berusia Ratusan Tahun Ditemukan di Anak Sungai Komering

3883
0
SHARE
Warga antusias melihat perahu yang diperkirakan berusia ratusan tahun yang ditemukan disalah satu anak sungai komering. (Foto : IST)

SUARAOKURAYA, OKU Timur – Warga Tanjung Lubuk, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), dibuat heboh oleh penemuan sebuah perahu kuno. Perahu berwarna hitam pekat dengan panjang 8 meter itu diperkirakan berusia ratusan tahun.

Perahu pertama kali ditemukan oleh tujuh orang warga Kelurahan Tanjung Lubuk Kecamatan Tanjung Lubuk, OKI di sungai jambu, salah satu anak sungai komering ketika sedang mencari pasir, pada Kamis (18/10).

Darmawan (37), salah seorang warga yang menemukan perahu tersebut menuturkan, saat menambang pasir bersama enam warga lainnya, tiba tiba ada benda mencurigakan, keras dan besar di dasar sungai.

“Kami pun langsung melakukan penyelaman sampai kedalaman 7 meter. Alhasil, ditemukan perahu kuno berwarna hitam pekat,” tuturnya saat dikonfirmasi awak media, Jum’at (19/10).

Dikatakannya, saat menyelam itu sebenarnya sudah diprediksi benda yang mencurigakan itu adalah perahu karena bagian ujung sempat kepegang sebelum perahu akhirnya bisa terangkat ke permukaan.

“Panjangnya sekitar 8 meter dan lebarnya 1 meter kurang-lebih. Warga disini menyebutnya perahu bawang karena memang ini seperti bawang dibelah,” katanya.

Lebih lanjut diungkapkan Ridwan, salah satu warga lainnya yang ikut menemukan perahu kuno. Dikatakannya, setelah ditemukan untuk mengangkatnya ke permukaan membutuhkan waktu selama tiga hari. Karena perahu ditemukan di kedalaman tujuh meter, dan perahu juga sudah tertimbun tanah dan pasir.

“Kondisi perahu sendiri, masih terlihat mulus dengan terikat tali yang terbuat dari serabut pohon nau. Penemuan ini sudah kita laporkan ke pemerintah setempat dan dalam waktu dekat katanya akan diteliti,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten OKI, Nila mengungkapkan, saat ini pihaknya tengah mengumpulkan informasi-informasi terkait benda yang ditemukan tersebut.

“Akan kita lihat, kalau memang betul nanti akan kita teliti, apalagi ini baru dugaan,” katanya.

Tapi, menurut Nila, hal-hal berkaitan dengan penelitian ini menjadi kendala pihaknya saat ini. Pasalnya, Disbudpar OKI saat ini belum memiliki tim peneliti atau pengkaji.

“Kita tidak ada tim ahli, biasanya yang tahu itu tim arkeologi. Tapi biasanya kalau ada (penemuan) yang seperti ini kita laporkan ke Badan Pelestarian Cagar Budaya (BPCP) Jambi, karena kita masih masuk dalam wilayah mereka,” pungkasnya. (ikm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here