Home OKU RAYA Pendukung Cakades Sariguna OKU Timur Minta Hasil Pilkades Dibatalkan, Sistem e-Voting Dianggap...

Pendukung Cakades Sariguna OKU Timur Minta Hasil Pilkades Dibatalkan, Sistem e-Voting Dianggap …

2959
0
SHARE
Musyawarah kecil yang dihadiri oleh pihak terkait untuk menyepakati pembukaan kotak suara hasil penghitungan Pilkades Desa Sariguna, Belitang Mulya, Kabupaten OKU Timur dengan sistem e-Voting, pada Kamis (24/2) malam. (Foto : Suaraokuraya.co.id)

OKU Timur, SOR – Pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak di Kabupaten OKU Timur juga menyisakan persoalan serius di Desa Sari Guna, Kecamatan Belitang Mulya.

Ratusan warga pendukung saat ditemui di rumah kediaman calon kepala desa nomor urut dua Latif Nasa, Jum’at (25/2) minta hasil pilkades dibatalkan lantaran diduga terjadi beberapa kejanggalan.

Menurut saksi calon kepala desa nomor urut dua, Zulkarnain, pelaksanaan Pilkades desa Sariguna berjalan tidak sesuai dengan aturan dimana tidak ada verifikasi pemilih dengan menggunakan e-KTP dan scan sidik jari.

“Seharusnya pemilihan dengan menggunakan e-Voting, calon pemilih saat memasuki TPS harus menunjukkan surat undangan dan e-KTP kemudian scan sidik jari baru bisa menerima kartu Pilih E-Voting dan menyerahkan kepada operator kemudian melakukan pemilihan di bilik suara. Namun yang terjadi saat memasuki TPS, calon pemilih hanya menunjukkan surat undangan tanpa e-KTP dan scan sidik jari,” ucapnya.

Selain itu, terang Zulkarnain, pada saat pemilihan berlangsung Perangkat e-Voting mengalami error sebanyak empat kali, dan bahkan struk bukti pemilih ditulis secara manual oleh pemilih atas saran panitia tanpa meminta persetujuan saksi.

“Setelah empat kali laptop dan database mengalami permasalahan, beberapa pemilih mengatakan keheranan karena pada layar muncul dua foto calon dengan salah satu foto calon yang sudah terconteng sehingga pada saat menekan calon yang dipilih tidak dapat bergerak dan struk keluar nama calon bukanlah nama calon yang dipilih,” jelasnya.

Dikatakannya, berdasar pada kejanggalan proses pilkades tersebut, setelah penghitungan hasil rekapitulasi suara, kami saksi calon nomor urut dua menyatakan keberatan dengan hasil penghitungan dan meminta agar kotak suara dibuka untuk dilakukan penghitungan secara manual karena dikahwatirkan program di perangkat e-Voting mengalami error setelah empat kali terjadi permasalahan hang.

“Namun, jawaban dari pihak panitia Kabupaten mengatakan kotak suara hanya bisa dibuka di Pengadilan inilah awal dari keributan yg menyebabkan ratusan aparat lepolisian diterjunkan ke lokasi pemilihan,” katanya.

Setelah dilakukan musyawarah kecil sekira pukul 18.00 WIB yg dihadiri oleh saksi calon kepala desa nomor urut satu dan nomor urut dua, Kapolsek Belitang II Iptu Johnson SH, Koramil, Camat Belitang Mulya Amien zen, Kepala dinas Minfo Sepala, dan tokoh masyarakat, disepakati bahwa kotak suara bisa dibuka pada pukul 19. 00 WIB di balai desa Sariguna, namun hingga pukul 22.00 WIB kotak suara tidak kunjung dibuka, bahkan puluhan aparat kepolisian OKU Timur mulai berdatangan. Kemudian sekira pukul 23.00 WIB musyawarah kembali dilakukan dan langsung dipimpin oleh Kabag OPS Polres OKU Timur dihadiri oleh saksi calon kepala desa nomor urut dua, Kepala Dinas Kominfo, Camat Belitang Mulya, Kepala POL PP, KAPOLSEK Belitang 2, Koramil, Panitia Pilkades dan Tokoh Masyarakat Wahyu Hidayat. Hasil diskusi menyepakati untuk membuka kotak suara namun kesepakatan kembali gagal karena calon kepala desa nomor urut satu tidak bersedia menanda tangani kesepakatan tersebut. Hingga pada pukul 23.39 kembali musyawarah digelar dengan keputusan kotak suara dibawa oleh aparat kepolisian dengan alasan keamanan tanpa persetujuan saksi calon kepala desa nomor urut dua.

Kotak suara Pilkades Sariguna dibawa aparat kepolisian untuk kemudian diamankan guna menghindari hal yang tidak diinginkan.

“Tepat pukul 00.14 WIB kotak suara dibawa aparat kepolisian. Kita apresiasi niat baik aparat kepolisian agar tidak terjadi hal yang diinginkan memang ada baiknya kotak suara dan perangkat e-Voting diamankan, meskipun hal ini tidak sesuai prosedur namun bisa dimaklumi demi keamanan” ucapnya.

Permasalahan ini sangat sederhana, tambah Zul, kami hanya ingin kotak suara dibuka agar bisa jelas jumlah suara yg ada di Laptop apakah sama dengan yang di dalam kotak suara. “Saya kira keinginan kami itu wajar karena pada saat Pilkades berlangsung perangkat e-Voting mengalami empat kali trouble dan dikhawatirkan program mengalami masalah yg dapat mempengaruhi jumlah hasil pemilihan. Sistem e-Voting ini kami anggap gagal dan jangan dipaksakan berhasil,” tandasnya.

Sementara, ditempat yang sama, calon kepala desa nomor urut dua Latif Nasa mengatakan, hasil Pilkades di Desa Sariguna dengan menggunakan e-Voting akan digugat ke pengadilan karena diduga sarat kejanggalan.

“Kita akan mengajukan keberatan ke Badan Pengawas Desa dan akan membawa permasalahan ini ke ranah hukum,” pungkasnya.

Hasil penghitungan suara Pilkades e-Voting Desa Sariguna, Kecamatan Belitang Mulya menempatkan calon kepala desa nomor urut satu Milyan memperoleh 407 suara dan calon kepala desa nomor urut dua Latif Nasa memperoleh 137 suara dengan jumlah suara sah sebanyak 544 suara. (zul)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here