Home OKU RAYA Mitra kritis Pemerintah, HMI Aktivis Yang Merdeka

Mitra kritis Pemerintah, HMI Aktivis Yang Merdeka

241
0
SHARE

OKU Timur, SOR – Pengurus HMI cabang OKU Timur menggelar Ngobrol Pintar (Ngopi) jilid ke-3, bersama kader dan alumni muda HMI dengan tema Aktivis yang Merdeka. Mulyono S.Pd, Duwintoro S.Pd, dan Eko Nugroho S.P menjadi Narasumber dalam ngobrol pintar di sekretariat bersama HMI dan KAHMI OKU Timur, Rabu (25/8/2021)

Ketua umum HMI cabang OKU Timur Agus Efriadi S.Pd saat menyampaikan sambutan mengatakan ngobrol pintar (ngopi) jilid ke 3 merupakan kegiatan rutin HMI cabang OKU Timur untuk menumbuhkan jiwa kritis sekaligus meningkatkan kualitas akademis kader HMI.

“Kader HMI harus meningkatkan kompetensi diri sebagai mitra kritis pemerintah sekaligus mewujudkan lima kualitas insan cita,” katanya

Mulyono S.Pd saat memaparkan materi diskusi mengatakan, HMI sebagai organisasi mahasiswa yang bersifat independen. HMI harus menjunjung nilai idealisme dalam setiap nafas perjuangan. Sebagai organisasi kemahasiswaan yang lahir 2 tahun pasca kemerdekaan Republik Indonesia HMI harus terus berjuang mewujudkan cita-cita kemerdekaan.

“Gerakan sosial HMI sebagai aktivis yang Merdeka harus mempedomani nilai independensi dan idealisme yang tidak berkompromi dengan kepentingan lain selain kepada memperjuangkan kepentingan Rakyat,” ungkapnya.

Duwintoro S.Pd menambahkan, sebagai agen of change dan agen of sosial control mahasiswa harus terus menyampaikan suara rakyat. Mahasiswa harus mempunyai kepekaan sosial dan politik dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

“HMI sebagai bagian dari reformasi 1998 harus terus update dengan perkembangan isu nasional maupun daerah semata-mata untuk kesejahteraan rakyat” ujar ketua bidang PPD HMI Cabang OKU Timur periode 2017-2018

Sementara, Eko Nugroho mengatakan, aktivis yang Merdeka merupakan mahasiswa yang aktif dalam dunia pergerakan yang selalu menjunjung nilai-nilai independensi tanpa campur tangan politik. Mahasiswa sebagai aktivis bebas mengekspresikan diri dalam menjalankan fungsinya sebagai agen of change dan agen of sosial control dengan tetap menjaga etika dan aturan.

“Banyak cara dalam menyampaikan aspirasi masyarakat kepada pemerintah seperti audiensi dan demonstrasi, teruslah menjadi Aktivis yang merdeka,” terang pria yang pernah menjabat Ketua bidang PAO HMI Cabang OKU Timur periode 2017-2018. (oke)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here