Home OKU RAYA Masyarakat Abaikan Protokol Kesehatan, Kasus Covid-19 di OKU Timur Melonjak

Masyarakat Abaikan Protokol Kesehatan, Kasus Covid-19 di OKU Timur Melonjak

351
0
SHARE
Masih cukup banyak warga yang mengabaikan protokol kesehatan seperti memakai masker di salah satu kawasan pasar di Kabupaten OKU Timur. (Foto : Suaraokuraya.co.id)

OKU Timur, SOR – Jumlah kasus terkonfirmasi positif covid-19 di Kabupaten OKU Timur terus bertambah, bahkan dalam beberapa bulan terakhir melonjak cukup tajam. Meskipun mengalami penambahan, namun jarang terdengar pemerintah daerah melakukan imbauan untuk tidak mengabaikan protokol kesehatan.

Juru bicara Gugus Tugas Percepatan Pemanahan (GTPP) Covid-19 Kabupaten OKU Timur, Yakub mengatakan, kasus positif Covid-19 hingga Selasa (18/8/2020) di Kabupaten OKU Timur terdapat sebanyak 28 kasus.

“Salah satu faktor terus bertambahnya kasus terkonfirmasi positif covid-19 karena masyarakat banyak yang abai menerapkan protokol kesehatan, terutama memakai masker dan cuci tangan,” katanya.

Berdasarkan kajian epidemiologi, jelas Yakub, kasus positif covid-19 harusnya bisa berakhir di akhir Bulan Juli, jika semua pihak secara bersama bersatu padu melawan virus covid-19. Salah satunya dengan cara CTPS, jaga jarak, pakai masker, tetap dirumah, jaga kesehatan serta disinfeksi benda-benda yang mudah sentuh.

“Selain itu, tempat tempat umum seperti masjid, pasar dilakukan penyemprotan disinfektan minimal 3 hari sekali. Penguatan sosialisasi disemua lapisan secara periodik, penguatan peran birokrasi dan jejaring sosial untuk disiplin melaksanakan SOP covid-19, pengurusan kapasitas SDM dan anggaran serta perlunya tim pengawasan yang dikoordinir oleh TNI, Polri, FKUB dan sipil,” jelasnya.

Lanjut Yakub, ke enam rekomendasi itu, jika dijalankan maka pandemi covid-19 harusnya sudah berakhir. Namun dilapangan penerapannya tidak berjalan. Sekarang, ahli epidemiologi tidak bisa memprediksi kasus covid-19 kapan akan berakhirnya.

“Mungkin saja akan terus ada penambahan, namun jika masyarakat mematuhi protokol kesehatan dan imbauan pemerintah, kasus covid-19 mungkin bisa diatasi dan diminimalisir di Kabupaten OKU Timur,” ujarnya.

Ditambahkan Yakub, untuk sosialisasi terkait pentingnya menerapkan protokol kesehatan bisa sangat efektif jika ada kesadaran dari Kepala Desa atau perangkat desa pada kegiatan yang melibatkan keramaian, seperti pernikahan dan sejenisnya.

“Kepala desa sangat bisa berperan aktif dalam melakukan sosialisasi protokol kesehatan. Misalnya dalam acara acara pernikahan, mereka diwajibkan bisa melakukan sosialisasi kepada tamu undangan dan masyarakat yang hadir di sana. Ini sosialisasi yang sangat efektif dan tidak berbiaya sama sekali,” tutupnya. (IKM)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here