Home OKU RAYA Kajari OKU Timur Akmal Kodrat Diberi Gelar “Batin Niti Hukum”

Kajari OKU Timur Akmal Kodrat Diberi Gelar “Batin Niti Hukum”

164
0
SHARE
Kajari OKU Timur, Akmal Kodrat saat pemakaian kapudeng dan tanjak oleh Bupati OKU Timur Kholid Mawardi pada prosesi pemberian nama adat. (Foto : Suaraokuraya.com)

OKU Timur, SOR – Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) OKU Timur DR. Akmal Kodrat, SH, M.Hum mendapat gelar adat penghormatan Batin Niti Hukum dari Lembaga Adat Kabupaten OKU Timur. Pemberian gelar adat Penghormatan tersebut dilaksanakan di Balai Rakyat Kantor Bupati OKU Timur, Rabu (26/8/2020).

Selain Kajari, gelar adat juga diberikan kepada Ketua Ikatan Adhyaksa Dharmakarini Wilayah OKU Timur Fransisca Lusiana Akmal, dengan gelar adat Inton Niti Hukum. Pemberian gelar adat ditandai dengan pisa’an atau sastra lisan komering dan pemakaian kapudeng serta tanjak.

Berdasarkan pisa’an yang dilantunkan, gelar adat yang disematkan ke Kajari OKU Timur, Batin Niti Hukum bermakna dapat menjalankan hukum dengan baik dan benar.

Ketua Lembaga Adat Kabupaten OKU Timur, Leo Budi Rachmadi mengatakan,
dalam mekanisme pemberian nama adat atau adok/gelaran/jajuluk dalam masyarakat Adat Komering, ada 4 macam cara pemberian nama adat tersebut, yakni Penyimbang, Penyansan, Pengangkonan dan Penghormatan.

“Pagi hari ini, kami akan memberikan Adok atau Gelaran Penghormatan kepada Kajari dan Ibu Ketua Adhyaksa Dharmakarini, dengan asal usul adok atau gelaran dari keluarga besar H. Leo Budi Rachmadi, SE Bin H. Syahrin Nasir, dengan adok atau gelaran Batin Temunggung,” kata Leo saat membacakan pemberian adok atau gelaran.

Dijelaskan Leo, adok atau gelaran Penyimbang, merupakan nama adat yang dibawa secara turun temurun dari sang kakek dan istrinya mengambil dari nama adat sang nenek yang di berikan kepada cucu tua laki-laki dari anak tertua jalur laki-laki, disebut dengan Tegak Ginti.

Adok Penyansan, adalah nama adat titipan dari kakek neneknya, karena adanya pertimbangan khusus ada kelebihan dari cucu tersebut. Namun, tidak bisa lebih tinggi tingkatan nama adatnya dari dari adok atau gelaran Penyimbang.

Sedangkan, adok atau gelaran Pengangkonan, adalah nama adat yg diberikan kepada orang lain yang tidak ada hubungan kekeluargaan, atau tidak ada garis keturunan Komering, baik dari garis ibu maupun dari garis keturunan bapak. Akan tetapi, karena pertimbangan jasa atau hubungan baik dengan keluarga besar pemberi nama adat.

Adok atau gelaran Penghormatan, adalah pemberian nama adat kepada seseorang, karena adanya memangku jabatan terhormat di wilayah adat suku komering. Penganugerahan Nama Adat tersebut tentunya bertujuan agar seseorang yang diberi adok atau gelaran itu dapat berinteraksi, cepat memahami adat Istiadat serta budaya kita, dan telah menjadi warga adat keluarga yang telah memberikan nama adat.

Selain itu pesan moralnya, penerima nama adat bisa menjaga nama baik sebagai Jolma Komering dan dapat dengan baik dan benar dalam menjalankan amanah yg ditugaskan negara kepadanya.

“Nama adat dalam masyarakat adat komering merupakan nama tua yang sudah ada sebelum seseorang lahir di dunia. Nama ini mencerminkan nama Guguk atau garis keturunan, minimal dari tingkatan Kakek Neneknya atau Akas Umbay, baik dari bapak maupun dari keturunan ibu,” jelasnya.

Hadir pada pemberian gelar adat itu, Bupati OKU Timur Kholid Mawardi, Unsur Muspika OKU Timur, Sekda OKU Timur, Jumadi, Kepala OPD serta ratusan tamu undangan lainnya dengan tetap menerapkan protokol kesehatan covid-19. (IKM)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here