Home HUKUM DAN KRIMINAL Kajari Kaget, Premanisme di OKU Timur Tinggi

Kajari Kaget, Premanisme di OKU Timur Tinggi

842
0
SHARE
Foto : Kepala Kajaksaan Negeri (Kajari) OKU Timur DR Akmal Kodrat SH MH. *Suaraokuraya/

OKU Timur, SOR – Kabupaten OKU Timur mendapat sorotan dari masyarakat, lantaran aksi kriminal yang semakin marak. Alhasil, daerah ini dicap sebagai wilayah yang rawan aksi kriminalitas.

Kasus pembegalan terhadap salah satu wartawan di OKU Timur beberapa waktu lalu, yang hampir dibacok oleh sekolompak begal menggambarkan betapa mengerikannya aksi yang dilakukan oleh para pelaku kriminal.

Kali ini, sorotan terkait tingginya tingkat kriminalitas di Kabupaten OKU Timur disampaikan Kepala Kajaksaan Negeri (Kajari) OKU Timur DR Akmal Kodrat SH MH.

Ia mengakui angka kriminalitas yang didominasi premanisme mencapai 80 persen dari total jumlah kasus kriminalistas yang telah masuk di Kejaksaan OKU Timur.

Hal ini diungkapkan Kajari saat rapat koordinasi pelaksanaan DIPA dan Buku Daftar TKDD tahun anggaran 2021 kabupaten OKU Timur, pada rumah dinas Bupati OKU Timur kemarin (2/12/2020).

Menurut Kajari, selama 3 bulan bertugas di OKU Timur, Ia sempat kaget melihat tingginya angka premanisme yang terjadi pada Bumi Sebiduk Sehaluan.

“Saya sempat terperangah kasus yang kita sidangkan tertinggi adalah premanisme yang mencapai 80 persen lebih. Premanisme ini mulai dari sajam (senjata tajam), kepemilikan senpi, curas, curat dan sebagainya. Kondisi ini patut menjadi perhatian kita bersama,” ujar Kajari.

Selain premanisme, Kajari juga menyoroti tingginya kasus narkoba yang terjadi pada kabupaten lumbung pangan ini.

“Tidak hanya laki-laki, perempuan pun terlibat penyalahgunaan narkotika di OKU Timur ini,” tambahnya.

Sementara, Bupati OKU Timur HM Kholid MD menepis pernyataan Kajari yang menyatakan OKU Timur rawan. Kholid mengakui OKU Timur memang rawan tapi tidak serawan dulu.

“Ini dibuktikan dengan banyaknya warga yang kembali beternak sapi. Tapi untuk aman 100 persen tidak bisa, sebab pelaku kriminalitas tumbuh terus. Yang tadinya tidak nakal jadi nakal, lalu adanya kesempatan,” jelas Bupati. (IKM)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here