Home OKU RAYA JPO di OKU Timur yang Makan Korban Jiwa Rampung ?, ini Kata...

JPO di OKU Timur yang Makan Korban Jiwa Rampung ?, ini Kata Ketua Komisi I Fahrurrozi

512
0
SHARE
Foto : Kondisi bangunan JPO di Pasar Tradisonal Martapura yang memakan korban. *Suaraokuraya/

OKU Timur, SOR – Meski telah rampung diakhir tahun 2020, Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) di Pasar Martapura, OKU Timur yang dalam pengerjaannya memakan korban satu pekerja hingga meninggal dunia ini, belum juga dioperasikan.

Pantau dilapangan, material bekas pengerjaan proyek seperti seng yang menutup ruangan masuk naik ke JPO, tangga besi serta bekas material lainnya belum dibersihkan, sehingga terkesan pengerjaan proyek belum selesai.

Selain itu, kabel listrik yang berada tepat diatas samping ruangan masuk naik ke JPO dinilai sangat membahayakan, apalagi material jembatan terbuat dari besi.

Seperti diketahui, salah satu pekerja proyek JPO terjatuh dari atas jembatan pada Senin (4/11/2021) diduga karena tersengat aliran listrik. Setelah dilakukan pertolongan medis dan sempat dirawat disalah satu rumah sakit Palembang, pekerja bernama Tedy Suwandi itu meninggal dunia pada Minggu (20/1/2021).

“Ya sudah meninggal, dan akan dikebumikan kampung halamannya, TPU Ciandam Sukabumi,” kata salah satu keluarga korban, Bayu via pesan elektronik, Selasa malam (12/1/2021).

Ketua Komisi I DPRD OKU Timur Fahrurrozi saat dikonfirmasi terkait pengerjaan Proyek JPO yang memakan korban pekerja hingga meninggal dunia mengatakan, perencanaan proyek JPO tidak siap dari awal. Hal itu bisa dilihat dari anggaran pembangunan yang dua kali dalam satu tahun anggaran, serta lokasi proyek yang ada jaringan kabel listrik tepat disamping atas jembatan.

“Dalam APBD induk dianggarkan karena mungkin belum selesai, maka dianggarkan lagi dalam APBD Perubahan, totalnya hampir Rp. 1,1 miliar. Namun meski sudah dianggarkan dua kali tapi kesannya proyek ini belum selesai,” katanya.

Selain itu, pembangunan JPO ini terkesan terburu-buru tidak memperhatikan standar proyek. Keselamatan para pekerja juga seakan diabaikan dengan tidak diterapkan K3. Pekerja yang jatuh tersebut diduga tidak memakai Alat Pelindung Diri seperti helm, safety shoes.

“Kejadian jatuhnya pekerja dari JPO itu sebenarnya bisa dihindari kalau pembangunan proyek memperhatikan keselamatan para pekerja, minimal kabel listrik yang ada dirapikan dan harus jauh dari lokasi JPO,” imbuhnya.

Warga Martapura, Budi Santoso (34) mengatakan, tidak akan mencoba JPO meskipun sudah difungsikan karena khawatir dengan kabel listrik yang ada di samping atas jembatan. Apalagi tangga naik di dua sisi tidak ada pegangan, ini bahaya untuk anak-anak dan orang tua.

“Meskipun sudah difungsikan tidak akan berani mencoba jembatan penyeberangan itu, lebih baik lewat bawah saja. Masih trauma dengan kejadian pekerja yang jatuh diduga akibat tesentrum aliran listrik itu, apalagi kabel masih bergelantungan,” ucapnya.

Sementara, Kepala Dinas PUTR Kabupaten OKU Timur, Aldi Gurlandi mengklaim, pengerjaan proyek jembatan penyeberangan orang di Pasar Martapura sudah selesai, namun belum serah terima.

“Untuk serah terima proyek belum, namun pengerjaan sudah selesai untuk lebih jelasnya coba tanyakan dengan PPK nya,” katanya singkat. (IKM)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here