Home OKU RAYA Jalan Kabupaten Rusak dan Berlubang, 2 Tahun Belum Tersentuh Perbaikan

Jalan Kabupaten Rusak dan Berlubang, 2 Tahun Belum Tersentuh Perbaikan

117
0
SHARE
Kondisi jalan kabupaten yang terletak di Kelurahan Dusun Martapura rusak cukup parah dan banyak terdapat lubang ditengah jalan. *Suaraokuraya/

OKU Timur, SOR – Lagi, warga keluhkan akses jalan kabupaten yang rusak dan berlubang. Jalan yang mengalami kerusakan cukup parah itu, terletak di kelurahan Dusun Martapura, Kecamatan Martapura.

Jalan kabupaten yang merupakan akses menghubungkan tiga kelurahan serta menghubungkan dua kecamatan itu, tampak banyak lubang dibeberapa titik dan rusak cukup parah sehingga terkesan kurang mendapat perhatian dari pemerintahan daerah setempat.

Sudah hampir dua tahun lebih, kondisi jalan milik kabupaten yang melintasi rumah dinas Kajari OKU Timur, Kantor Kecamatan Martapura dan Kantor Kelurahan Dusun Martapura itu rusak cukup parah dan nampak berlubang diberbagai titik disepanjang jalan.

Salah satu pengendara motor roda dua, Badaruddin mengatakan, kondisi jalan rusak sudah berlangsung lama. Hingga saat ini belum ada perbaikan dari pemerintah, padahal jalan ini cukup banyak dilintasi kendaraan.

“Belum ada perbaikan pak, bahkan jalan berlubang bertambah semakin banyak saja. Pernah sih pak ditimbun, pakai batu alakadarnya, tapi itupun tidak tidak lama karena saat hujan lubang yang ditimbun bertambah lebar dan dalam,” katanya, Kamis (8/10/2020).

Ia berharap, pemerintah harus lebih memperhatikan kondisi jalan tersebut, apalagi jalan itu termasuk akses bagi warga yang melakukan aktivitas ekonomi dan juga akses menuju layanan kesehatan serta lembaga pendidikan.

“Disepanjang jalan rusak inikan ada Puskesmas, sekolah, bahkan ada rumah dinas Kajari. Bahkan, cukup banyak warga yang menjual hasil bumi ke pasar melintasi jalan rusak ini, harusnya diperhatikan sama pak bupati,” tuturnya.

Senada, pengendara mobil Marwanto yang sering mengangkut sayuran asal kecamatan Buay Pemuka Peliung menyampaikan, setiap melewati jalan tersebut, ia harus melambatkan kendaraan karena tidak ingin terjadi kecakapan tunggal mengingat kondisi jalan banyak berlubang.

“Saya hampir tiap hari melintasi jalan ini, karena lebih dekat kepasar daripada harus melewati jalur komering. Kondisi jalan memang banyak lubang jadi harus lebih waspada dan makan tenaga kalau tidak ingin kendaraan terbalik,” ungkapnya.

“Kami wong kecil ini mintanya jalan diperbaiki, jangan jalan menuju belitang saja yang sudah bagus tapi jalan didalam kota martapura hancur,” labuh lanjut. (IKM)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here