Home OKU RAYA Duh! Bayi 9 Bulan Harus Mendekam di Penjara, Ada Apa ?

Duh! Bayi 9 Bulan Harus Mendekam di Penjara, Ada Apa ?

2219
0
SHARE
Son, bayi berusia 9 bulan harus ikut merasakan dinginnya suasana dibalik jeruji besi karena ketergantungan ASI ibunya yang merupakan tersangka kasus narkoba. (IST)

OKU Timur, SOR – Mia (37) tersangka kasus narkoba harus mendekam dibalik jeruri besi bersama bayinya, Son yang berusia 9 bulan. Bayi malang itu harus ikut merasakan dinginnya suasana dibalil jeruji besi karena ketergantungan terhadap ASI ibunya sudah hampir lebih 5 bulan.

Ironisnya sampai saat ini Dinas Sosial dan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (D-PPPA) OKU Timur hanya terkesan diam, belum memberikan perhatikan khusus terhadap bayi tersebut.

“Belum ada bantuan dari dinas terkait, mudah-mudahan nantinya ada perhatian dari pemerintah,“ kata Mia saat diwawancarai media ini.

Diketahui, suami Mia, juga ditahan karena kasus yang sama. Mia ditangkap atas kasus narkoba setelah melahirkan bayinya. Dirinya mengaku nekat menjadi penjual narkoba demi mencukupi kebutuhan sehari-hari.

Karena tidak mau memberikan susu formula kepada bayinya, sehingga dibawa ke Rutan agar tetap bisa diberi ASI. Bayi mungil ini akhirnya tinggal di sel khusus yang disediakan oleh pihak Rutan Martapura.

“Suami aku juga dipenjara, aku masuk ke Rutan bulan empat lalu, kasihan sebenarnya dengan anak aku, nyesel nian aku apa lagi aku kena vonis enam tahun,” jelas Mia dengan mata bekaca- kaca.

Warga Belitang ini menjelaskan, terkait kesehatan sang buah hatinya, pihak Rutan Martapura memberikan perhatian. Saat imunisasi pihak Rutan Martapura memperbolehkan sang bayi dibawa keluar rutan untuk memdapatkan imunisasi di Posyandu terdekat.

“Pihak disini sangat perhatian, dibantu makanan tambahan, dan saya tinggal di ruangan khusus agar bayi saya selalu sehat,“ jelasnya.

Ia mengatakan sangat menyesal telah berbisnis barang haram tesebut. Dan mengaku dirinya kurang iman, sehingga kembali terjerumus dalam kasus yang sama. “Saya sangat menyesal sekali bisa seperti ini. Saya mengucapkan sangat maaf sekali kepada orang tua, keluarga dan orang-orang terdekat,” sesal Mia.

Sementara Kepala Cabang Rumah Tahanan (Rutan) Martapura Royhan Al Faisal mengatakan, penahanan tersebut bukan dilakukan kepada bayi itu, tapi penahanan dilakukan kepada tersangka Mia. Bayi tersebut tidak ada sangkut pautnya dengan perbuatan dari ibunya yang merupakan tersangka penjual narkoba. Dalam kesemptan tersebut, pihak rutan juga membenarkan kalau sampai saat ini belum ada bantuan dan perhatian dari dinas terkait.

“Kita sudah membantu, mencarikan solusi yang tepat demi meringankan beban tahanan itu, dalam memenuhi kebutuhan pokok bagi bayi tersebut. Saat bayi usia satu tahun sudah tidak boleh lagi tinggal di sel, demi psikologi anak tesebut, jadi bayi sudah ada yang menjemput untuk keluar dari Rutan ini,” pungkasnya. (ikm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here