Home OKU RAYA DPRD OKU Timur Soroti Dapur Umum dan Ketersediaan APD Tenaga Medis

DPRD OKU Timur Soroti Dapur Umum dan Ketersediaan APD Tenaga Medis

58
0
SHARE
Rapat Komisi Gabungan DPRD OKU Timur tentang penanganan virus Corona bersama Gugus Tugas Covid-19 OKU Timur berlangsung alot. (Foto : Suaraokuraya.co.id)

OKU Timur, SOR – Langkah Pemerintah Kabupaten (Pemkab) OKU Timur dalam mengatasi penanganan pandemi virus Covid-19 di Bumi Sebiduk Sehaluan mendapat sorotan tajam dari DPRD OKU Timur, pada rapat Komisi Gabungan┬átentang penanganan virus corona bersama Gugus Tugas Covid-19, Rabu (6/5/2020).

Fraksi PAN dan Fraksi Nasdem DPRD OKU Timur menyoroti beberapa program Pemkab OKU Timur seperti, pendirian dapur umum dan pengadaan serta distribusi Alat Pelindung Diri (APD) ke pusat layanan kesehatan Puskesdes, Pustu, Puskesmas.

Ketua Fraksi Panindo, Rinaldi Mansyur mengatakan, pada awalnya, program Dinas Sosial OKU Timur untuk membagikan nasi bungkus kepada warga terdampak covid-19 melalui pendirian dapur umum sangat diapresiasi.

“Tapi setelah mendengar penjelasan dari kepala Dinas Sosial, dapur umum hanya dibantu Rp 5 juta saja, tentunya sangat miris dan terkesan pemerintah tidak serius dalam penanganan virus covid-19 ini,” katanya.

Selain itu, berdasarkan monitoring fraksinya terkait APD di beberapa pusat layanan kesehatan di Puskesmas, Puskesdes masih ditemukan minimnya perlengkapan alat pelindung diri yang tersedia di berbagai layanan kesehatan tersebut.

“Jangankan di bidan desa, di Puskesmas Puskesmas tidak tersedia APD. Kami tidak mempermasalahkan dana Rp30 miliar tapi penggunaannya harus tepat,” ujarnya.

Ketua Fraksi NasDem, Junaidi Majid, mengungkapkan, dari monitoring yang dilakukan hampir di seluruh layanan kesehatan, baik itu Puskesmas, Puskesdes dan Pustu tidak ada sama sekali APD karena mereka tidak ada anggaran. Pemkab OKU Timur terkesan sengaja membiarkan petugas medis sebagai garda terdepan dalam menangani virus corona dengan tidak dilengkapi degan APD yang sesuai ketentuan.

“Selama ini mereka puskesmas dan puskesdes beli sendiri, terutama masker dan baju APD tidak ada sama sekali. Dan ini lucunya lagi, rumah sakit membeli APD second, dan ini menjadi pertanyaan besar dimana sterilnya. Kita bangga dengan tenaga medis yang bekerja secara maksimal bahkan mempertaruhkan nyawa tapi tidak ada sama sekali perhatian dari Pemkab OKU Timur,” ungkapnya.

Selain itu, dapur umum yang sudah didirikan di tutup karena tidak adanya dana. Kebijakan pendirian dapur umum juga berbanding terbalik dengan adanya imbauan agar warga untuk tidak sholat di masjid, sedangkan di dapur umum tempat orang berkumpul. Imbauan itu perlu dievaluasi.

“Yang dipertanyakan itu, masyarakat mana yang menerima bantuan nasi bungkus dari dapur umum itu, dibagikan kemana. Tidak mungkin mereka, seperti tukang becak mengambil sendiri nasi bungkus ke dapur umum yang letaknya jauh,” katanya.

“Dan yang harus pemerintah daerah perhatikan juga, para supir dari daerah ini, baik itu supir travel, supir angkutan barang maupun supir bis yang pulang pergi dari luar daerah. Minimal mereka harus dipantau, bahkan bila perlu dilakukan rapid tes mengingat salah satu kasus yang positif covid-19 kemarin adalah supir travel,” timpalnya. (IKM)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here