Home OKU RAYA Ditolak Satu Warga, Pembangunan Drainase di Desa Pemetung Basuki Terancam Terhambat

Ditolak Satu Warga, Pembangunan Drainase di Desa Pemetung Basuki Terancam Terhambat

4463
0
SHARE

OKU Timur, SOR – Adanya penolakan salah satu warga terhadap pembuatan saluran drainase di Desa Pemetung Basuki, Jalan Propinsi Penghubung Martapura Sukaraja, Kecamatan BP Peliung, Kabupaten OKU Timur, membuat pengerjaan proyek pembangunan drainase terhambat pengerjaannya.

Pantauan dilapangan, tanah disamping jalan milik propinsi itu sudah digali dan sebagian besar sedang dalam pengerjaan bangunan saluran drainase. Namun tepat didepan rumah salah satu warga, rencana pengerjaan saluran drainase yang panjangnya hampir 10 meter belum digali karena mendapat penolakan.

“Saya sudah 28 tahun tinggal disini, dan tidak pernah ada banjir meskipun hujan deras. Dengan adanya pembangunan saluran drainase ini dikhawatirkan justru akan menimbulkan genangan air dan menumpuknya sampah karena pembuangannya belum jelas. Manfaatnya tidak ada, makanya saya tolak,” ungkap ASMI, warga yang menolak pembangunan saluran drianese, saat dikonfirmsi awak media, Senin (7/12/2020).

Selain itu, saluran drainase yang akan dibangun tepat didepan rumah, menimbulkan kekhawatiran akan merobohkan pagar rumah dan menganggu aktivitas keluar masuknya kendaraan.

“Ini yang akan digali tepat didepan pagar rumah. Saat akan digali, pondasi bangunan pagar rumah pasti akan rusak. Belum lagi kendaraan tidak bisa keluar masuk kerumah karena jika digali untuk saluran drainase,” ujarnya.

Ia menambahkan, jika memang pemerintah memaksa untuk menggali tanah untuk membuat saluran drainase yang berada tepat depan rumahnya, ia mengaku tidak keberatan namun jangan menggangu aktivitas keluar masuk kendaraan dan membangun jembatan ditas saluran drainase.

“Jika memang memaksa ya silahkan digali, tapi pemborong harus membuat jembatan cor diatas saluran drainase sehingga aktivitas tidak terganggu. Jangan sudah digali dan dibuat lalu dibiarkan begitu saja. Saya harus bangun sendiri dan mengeluarkan uang untuk bangun tatakan jembatan diatas saluran drainase. Tapi asas manfaat saluran drainase tidak ada sama sekali,” tambahnya.

Salah satu warga Desa Pemetung Basuki yang namanya tidak mau disebut mengaku, tidak keberatan dengan pembangunan saluran drainase yang namun harusnya dibangun tatakan jembatan diatas saluran drainase.

“Sampai saat ini tidak ada ganti rugi, untuk menyeberang saluran itu kita harus membuat sendiri nanti jembatannya,” imbuhnya.

Sementara, Kepala Desa Pemetung Basuki, Edison mengatakan, pembangunan saluran drainase sebenarnya tidak ditolak oleh warga tersebut, namun warga hanya minta setelah dibanguan drainase harus dibuat jalan diatas bangunan itu sehingga tidak menganggu aktivitas seperti sebelum dibangunnya drainase.

“Itu tidak menolak, tapi pemerintah dan pemborong harus memberikan solusi seperti bangun jalan diatas saluran drainase. Sebenarnya banyak warga yang mengeluh dan melaporkan ke saya karena bangunan itu menganggu aktivitas mereka,” katanya.

Sebagai Kepala Desa, ia sudah melaporkan hal itu kepada pemborong dan Dinas PUTR secara lisan, namun hingga sekarang belum ada tanggapan sama sekali. Selain itu, pembuangan dari saluran drainase yang akan dibangun itu belum jelas kemana, jangan sampai sudah dibangun nanti malah akan jadi banjir yang selama ini tidak pernah terjadi.

“Seharusnya pihak terkait harus turun kelapangan dan mendengar secara langsung apa keinginan warga itu. Manfaat dari bangunan itu apa, mereka bangun juga tanpa ada pemberitahuan kepada kami sebagai pemerintah desa,” ujarnya.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas PUTR Kabupaten OKU Timur, Aldi Gurlandi saat dihubungi via telepon mengatakan, untuk menanyakan hal tersebut kepada sekretaris Dinas PUTR. “Saya masih rapat di Palembang, silahkan tanya ke pak sekdin karena dia PPK nya,” ucapnya. (IKM)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here