Home OKU RAYA Dikeroyok puluhan pelajar, Siswa SMK di OKU Timur Ini Sempat Muntah Darah

Dikeroyok puluhan pelajar, Siswa SMK di OKU Timur Ini Sempat Muntah Darah

539
0
SHARE
Terduga pelaku penganiayaan sesama pelajar hanya mampu menunduk malu saat proses mediasi keluarga pelaku dan keluarga korban.

OKU Timur – AI salah satu siswa SMKN 1 Martapura, Kabupaten OKU Timur, menjadi korban pengeroyokan oleh temannya sendiri IL dan 20 pelajar lainnya saat kegiatan jalan sehat memperingati Hari Olahraga Nasional (Haornas) beberapa waktu lalu. Akibatnya korban mengalami luka fisik.

Keluarga korban sangat menyesalkan dan terpukul atas peristiwa tersebut. Menurut keterangan orang tua korban, AI sempat muntah darah usai kejadian pengeroyokan tersebut dan mengalami trauma mendalam.

Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, yang didapat dari salah satu siswa SMK Negeri 1 Martapura, keributan bermula ketika keduanya mendapat hukuman dari guru untuk mengecat pohon di sekolahnya, disana keduanya sempat adu mulut.

Masalah ini berbuntut sampai keesokan harinya, diketahui IL mengajak teman-temannya dari SMPN 4 dan SMPN 2 Martapura untuk melakukan pengeroyokan terhadap AI pada tanggal (6/9/2019), saat dimana sedang ada kegiatan jalan sehat, pengeroyokan ini dilakukan 20 orang siswa laki-laki.

“Saya lihat AI dikeroyok oleh IL bersama teman-temannya kurang lebih 20 orang di belakang stadion Tebat Sari Martapura. Saya sama teman-teman takut untuk melerai mereka, karena nanti malah jadi sasaran,” ungkap salah satu pelajar SMKN 1 Martapura, Selasa (10/9).

Mengetahui hal itu, Dinas Pendidikan OKU Timur langsung memfasilitasi mediasi antara keluarga AI dan IL, yang dihadiri oleh Kepala Sekolah SMPN 2 Martapura, Kepala Sekokah SMPN 4 Martapura dan Wakil Kepala zsekolah SMKN 1 Martapura serta sejumlah wali murid. Pada saat media berlangsung ibu korban terlihat hanya menangis dan jatuh pingsan.

“Kedatangan kami disini meminta pertanggungjawaban dari pihak keluarga IL dan penyelesaian, juga dari pihak sekolah kami harap bisa lebih mengawasi agar tidak terjadi lagi hal seperti ini”, tegas salah satu keluarga korban pada saat mediasi berlangsung.

Rohim, wali siswa disalah satu SMA Martapura mengaku khawatir, saat mendengar kabar tentang adanya tindakan kekerasan di dunia pendidikan di Kab OKU Timur. “Jika permasalahan ini tidak segera diselesaikan dikhawatirkan akan terulang kembali kepada pelajar yang lain,” ungkapnya.

Menurutnya, pihak sekolah harus peka dan tidak lalai dalam permasalahan di lingkungan sekolah. Konflik diantara pelajar jangan dianggap hal sepele, sebab sudah banyak terjadi hal serupa di dunia pendidikan, hingga menimbulkan korban jiwa.

“Seharusnya pihak sekolah memberi pembimbingan dan pendidikan yang baik kepada anak muridnya, jangan sampai hal seperti ini terjadi lagi dan mencoreng nama baik sekolah. Hal ini merupakan kelalaian dari pihak sekolah”, ujarnya.

Sementara, Kepala Sekolah SMKN 1 Martapua Ribut Setiadi saat dikonfirmasi membenarkan, kedua siswa yang yang berkelahi tersebut merupakan siswa dari SMKN 1 Martapura. Pihak sekolah akan mengambil langkah damai antara kedua keluarga siswanya.

“Kami pihak sekolah akan meredam siswa supaya tidak akan melakukan hal serupa, sebab dalam peristiwa ini tidak hanya IL saja yang menjadi pelaku pengeroyokan, namun juga ada siswa lainnya dari beberapa SMP yang menjadi pelaku pengeroyokan, untuk itu kami akan komunikasikan dengan Dinas Pendidikan OKU Timur supaya ada penyelesaian karena bagaimanapun harus sesuai dengan aturan lembaga pendidikan”, jelasnya

Peristiwa seperti ini menjadi catatan serius bagi pihak sekolah, bagaimana pertanggungjawaban pihak sekolah sebagai orang tua disekolah untuk memberi ilmu dan akhlak, namun yang didapati oleh wali siswa sebuah kabar tidak mengenakkan dari sekolah dimana anaknya dititipkan menjadi korban pengeroyokan. (ikm)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here